Antusiasme Jama’ah Alkhidmah Setiap Kali Ahad Ke-Dua Digelar
Antusiasme Jama’ah Alkhidmah
Setiap Kali Ahad Ke-Dua Digelar
Surabaya, 8
September 2019 – Keadaan berbeda tampak mencolok di Pondok Pesantren Assalafi
Al-Fithrah yang berlokasi di Jalan Kedinding Lor 99 Surabaya – Minggu pagi, 08-09-2019. Lapangan yang biasanya
ketika pada hari libur (sekolah) di petak-petakkan sebagai area bermain sepak
bola oleh para santri (putra) saat itu berubah menjadi lautan parkir sepeda
motor. Kesemarakan acara ,imggu pagi di bulan muharrom ini, tampak dari
antusias jamaah yang sudah tiba di lokasi acara sejak dini hari.
Tidak sedikit mobil bernomor polisi luar provinsi yang
letak parkirnya diarahkan ke lokasi kantin di belakang pondok. Hal ini
dilakukan panitia terkait, karena padatnya lapangan mahabesar di Ponpes Al
Fithrah. Panitia maktab juga telah menyediakan penginapan bagi jamaah yang
telah datang sejak malam untuk mengikuti agenda Minggu pagi itu., Kegiatan
pengajian Ahad kedua sendiri mulanya dilakukan-digelar setiap bulan
(berdasarkan Qomariyah). Selepas berpulangnya Hadlratusy Syaikh, kegiatan ini hanya
dilaksanakan empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan Muharram, Rabi’ul Awal
(Maulid), Rajab dan Dzulqo’dah (manaqib siti Khodijah).
Sejak tiga hari sebelum hari-H sejumlah tenda dipasang
mengitari masjid Al-Fithrah Surabaya. Dipasangnya tenda pada setiap pelaksanaan
pengajian Ahad kedua (pagi) adalah sekian bentuk memuliakan para tetamu yang
hadir sejak Hadlratusy Syaikh Romo KH. Achmad Asrori al-Ishaqy masih sugeng sampai
hari ini. Cuaca Surabaya yang sangat berkemungkinan terik pada pagi dan
siang hari menjadi (salah satu alasan) pemasangan tenda. Agar lebih teduh yang
cukup nyaman bagi para jamaah, mengingat luas masjid yang tidak cukup untuk
menampung seluruh jamaah yang hadir. “jamaah Al Khidmah yang turut memadati
acara pengajian ahad kedua bulan ini nampak cukup banyak. Ada yang datang dari
luar kota, bahkan luar provinsi, tepatnya dari Jawa Tengah. Rombongan yang
tercatat datang dari Jawa Tengah, yang terhitung banyak ialah datang dari
Pekalongan, Semarang, Demak dan Kendal. Dan yang cukup mengesankan, yang datang
dari luar kota, masih lingkup Jawa Timur, ada rombongan mahasiswa IAIN
Tulungagung yang juga menghadiri acara rutin ahad kedua bulan Muharrom pada
tahun ini.” ungkap PJ Penginapan tamu luar Ponpes Al Fithrah Surabaya.
Acara Ahad kedua Muharram tahun 1441 H. pagi itu dimulai
tepat pada pukul 7 pagi dengan pembacaan tawasul fatihah yang dipimpin oleh KH.
Ulul Albab MT, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Pemalang yang juga
merupakan ketua umum pengurus Ath-Thariqah Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan
dengan Istigotsah yang dipimpin oleh KH. Musyafa’ asal Kendal dan khataman
al-Qur’an dengan masing-masing jamaah membaca satu juz. Berdasarkan penuturan
salah seorang penanggung jawab khataman, terdapat 18 kursi tempat al-Qur’an
yang disediakan dengan 10 bendel al-Qur’an juz-juzan.
Setelah selesai dibacakannya doa khotmil qur’an oleh KH.
Luthfi Abdul Hadi dari Malang, acara berikutnya adalah dzikir fida’ dengan
membaca kalimat tahlil selama lima belas menit dengan dipimpin oleh KH. Munir
Abdullah, pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Ngroto, Grobogan. Dzikir
fida’ diakhiri dengan doa tahlil yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan
Maulid Diba’ yang rowi-rowinya dibacakan oleh beberapa habaib secara
bergantian.
Setelah doa maulid pertanda berakhirnya pembacaan maulid selesai
dibacakan oleh Habib Najib al-Haddad, pengurus pondok yang diwakili oleh
petugas BMA mengedarkan sorban demi menjemput amal para jamaah dalam ikut serta
mensukseskan berdirinya gedung lima lantai sebelah timur yang sedang dalam
proses pembangunan dan masih kekurangan dana senilai Rp. 20 milyaran lebih. Di
lantai lima gedung tersebut rencananya akan dijadikan aula yang difungsikan
sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan-kegiatan monumental pondok, seperti
wisuda, bahtsul masail, pertemuan-pertemuan dan musyawarah Pondok, Al-Khidmah
maupun Ath-Thariqah dan lain sebagainya.
Puncak acara pengajian Ahad kedua pagi itu diisi dengan
pembacaan kitab Al-Muntakhobat karangan Hadlratusy Syaikh, tepatnya pada jilid
dua bab Mungkiru wa A’daau al-Tashawwuf. Pembacaan lafadz Arab secara
bergantian dibawakan oleh KH. Najib Zamzami dan Dr. KH. Muhammad Musyafa’,
M.Th.I., serta diterjemahkan oleh KH. Rosidi, M. Fil.I. Di antara isi
penjelasan dari tema pengajian Al-Muntakhobat tersebut adalah bahwasanya
orang-orang yang mengingkari dan memusuhi ajaran Tasawuf Islam di antaranya
adalah berasal dari kalangan orientalis Barat. Mereka mempelajari dan mendalami
kajian Islam untuk mengetahui titik kelemahannya. Tujuan mereka adalah
menjauhkan para penganut Islam dari ruh Islam itu sendiri dan secara
perlahan-lahan menghancurkan akidah mereka. Dalam setiap karya yang mereka
ciptakan, mereka terlebih dahulu bermanis tutur dengan memuji-muji Islam demi
menarik simpati para pembacanya, kemudian menyisipkan pemikiran-pemikiran rancau
tentang Islam. Tidaklah mereka mempunyai iktikad yang baik dalam mempelajari
Islam, kecuali mereka mau menerimanya sebagai agama yang menjadi panutannya.
Pembacaan cuplikan Al-Muntakhobat itu pun diakhiri dengan berdoa memohon
keberkahan dari pada pengarangnya.
Sebelum doa pemungkasi bihaqqil fatihah yang dibacakan
oleh KH. Hilmi Ahmad Basyaiban, suami dari Nyai Hj. Zakiyah yang masih termasuk
adik kandung dari Hadlratusy Syaikh, Ust. Ilyas Rahman, S.Ud. yang bertugas
selaku MC menginformasikan dan mengajak para jamaah untuk hadir dalam beberapa
rangkaian acara Majlis Dzikir dan Haul yang diselenggarakan oleh jamaah
Al-Khidmah pada kesempatan berikutnya. Menurut H. Emil Sanif Tarigan
sebagaimana disampaikannya sebagai sambutan atas terlaksananya Haul Akbar
Gresik 2019 seminggu lalu, hal ini seperti halnya pernah didawuhkan oleh
Hadlratusy Syaikh dalam kesempatan pengajiannya dulu, adalah agar para jamaah
turut memiliki kesadaran dalam mensyiarkan majlis-majlis yang diselenggarakan,
meski bukan di tempat sendiri. Ust. Ilyas juga menyampaikan perolehan amal dari
para jamaah untuk pembangunan gedung timur tercapai senilai Rp. 16. 036.000,.
Semoga Allah SWT berkenan membalasnya dengan balasan yang terbaik. Amin.
Seperti yang sudah disediakan di setiap akhir
majlis-majlis Al Khidmah, majlis pengajian Ahad pagi itu diakhiri dengan ramah
tamah, menikmati hidangan nasi talaman yang telah disediakan pihak kantin pondok
dengan diiringi lantunan Qasidah Burdah. Seusainya, para jamaah
berbondong-bondong kembali ke kediamannya masing-masing. Sementara para santri
dengan dibantu teman-teman Ukhsafi Copler Community mulai tampak sibuk bahu
membahu menata kembali lokasi acara menjadi bersih dan indah seperti sedia
kala. Saling berharap keberkahan dari terselenggaranya majlis Ahad kedua pagi
itu. Amiinnn. (Mhz)

Komentar
Posting Komentar